BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Sistem
akuntansi berkembang seiring dengan pekembangan perusahaan, pertumbuhan
ekonomi, tingkat pengetahuan karyawan dan penggunaan teknologi. Dengan
munculnya komputer, semakin banyak data
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Sistem
akuntansi berkembang seiring dengan pekembangan perusahaan, pertumbuhan
ekonomi, tingkat pengetahuan karyawan dan penggunaan teknologi. Dengan
munculnya komputer, semakin banyak data yang dapat diolah menjadi
informasi baik yang bersifat finansial maupun non finansial, Pengolahan
data dapat dilakukan baik secara terpusat maupun terdistribusi. Namun
bannyak fakta menunjukan kehadiran komputer tidak dapat dimanfaatkan
secara maksimal oleh pelaku bisnis. Keterlambatan laporan masih saja
merupakan kendala yang dihadapi,bahkan banyak pelaku bisnis terjebak
dalam kesemrawutan informasi. Hal ini terjadi karena kurangnya
pengendalian dan pemahaman akuntansi, sehingga menghasilkan banyak
informasi yang tidak berguna, dan tidak memenuhi prinsip akuntansi.
Dokumen
dasar yang digunakan sebagai bukti transaksi pada suatu system sangat
menentukan tingkat pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan atau dokumen
dasar kurang berkualitas menyebabkan tidak berjalannya informasi sesuai
dengan yang dibutuhkan, sebaliknya kelebihan dokumen dasar dapat
menimbulkan keruwetan dalam pengolahan data sehingga memicu terjadinya
kesalahan entry data yang menyebabkan terjadinya kesalahan berantai.
1.2 Tujuan penulisan
Makalah
ini dibuat dengan tujuan untuk dapat mengetahui pentingnya dan jeni
ssoftware computer akuntansi yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan
jenis industri yang berbeda – beda. Dengan adanya makalah ini diharapkan
dapat menjadi acuan dalam pemilihan software akuntansi yang sesuai
dengan yang diinginkan.
1.3 Pembatasan masalah
Masalah yang akan
dibahas dalam makalah ini yaitu mengenai jenis software computer
akuntansi dengan berbagai fiturnya dan dapat di aplikasikan.
BAB II
KOMPUTER AKUNTANSI
2.1 Pengertian komputer akuntansi
Komputer
adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri
dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta
membentuk sebuah sistem yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat
digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis,
berdasar urutan program yang diberikan kepadanya.
Akuntansi adalah
suatu seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan
kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdayaguna dan dalam
bentuk satuan uang, dan peng-interprestasian hasil proses
Komputer
Akuntansi adalah, suatu seni dengan menggunakan alat bantu komputer
untuk melakukan pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan
kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdayaguna dan dalam
bentuk satuan uang, dan peng-interprestasian hasil proses.
Menurut jenis kegiatannya akuntansi dapat diklasifikasi menjadi beberapa golongan yang saling berkaitan satu dengan lainnya :
A. Akuntansi financial (financial accounting)
• • Auntansi Biaya (cost Accounting)
• • Akuntansi anggaran (Budgetary Accounting)
• • Akuntansi pajak (tax accounting)
• • Pemeriksaan akuntansi (auditing)
B. Akuntansi manajemen
• • Akuntansi strategis (planning)
• • Akuntansi pemerintahan dan lembaga
• • System Akuntansi
• • System distribusi
• • System Inventory
• • System Penjualan
• • System Komputer akuntansi
2.2 Sistem komputer akuntansi
Sistem
akuntansi berkembang seiring dengan pekembangan perusahaan, pertumbuhan
ekonomi, tingkat pengetahuan karyawan dan penggunaan teknologi. Dengan
munculnya komputer, semakin banyak data yang dapat diolah menjadi
informasi baik yang bersifat finansial maupun non finansial, Pengolahan
data dapat dilakukan baik secara terpusat maupun terdistribusi. Namun
bannyak fakta menunjukan kehadiran komputer tidak dapat dimanfaatkan
secara maksimal oleh pelaku bisnis. Keterlambatan laporan masih saja
merupakan kendala yang dihadapi, bahkan banyak pelaku bisnis terjebak
dalam kesemrawutan informasi. Hal ini terjadi karena kurangnya
pengendalian dan pemahaman akuntansi, sehingga menghasilkan banyak
informasi yang tidak berguna, dan tidak memenuhi prinsip akuntansi.
Dokumen
dasar yang digunakan sebagai bukti transaksi pada suatu system sangat
menentukan tingkat pencapaian tujuan perusahaan. Kekurangan atau dokumen
dasar kurang berkualitas menyebabkan tidak berjalannya informasi sesuai
dengan yang dibutuhkan, sebaliknya kelebihan dokumen dasar dapat
menimbulkan keruwetan dalam pengolahan data sehingga memicu terjadinya
kesalahan entry data yang menyebabkan terjadinya kesalahan berantai.
Dengan
dokumen dasar yang berkualitas dapat dihasilkan berbagai bentuk
informasi yang akurat. Perubahan yang dilakukan pada dokumen dasar akan
menyebabkan perubahan pada procedure pengolahan data.
Walaupun pada
dasarnya setiap perusahaan mengolah data dengan cara yang sama namun
besar kecil perusahaan, jenis usaha dan teknologi yang digunakan serta
pengaruh sumber daya lainnya menyebabkan system akuntansi satu
perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda.
Sistem yang disusun
oleh suatu perusahaan belum tentu dapat diterapkan pada perusahaan lain
sekalipun jenis usahanya sama karena dalam prakteknya system akuntansi
sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pertumbuhan ekonomi memicu
perkembangan bidang usaha semakin kompleks. Hal demikian mengharuskan
akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi.
2.3 Kerangka sistem akuntansi
System informasi akuntansi (SIA) adalah suatu fungsi yang melaksanakan
tugas pengolahan data financial menjadi informasi yang dibutuhkan bagi
pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab
menyediakan informasi keuangan bagi tiap elemen lingkungan kecuali
pesaing. Sehubungan dengan kebutuhan informasi keuangan adalah kebutuhan
manajemen level atas sehingga SIA hanya melayani informasi yang
berorientasi kepada manajemen level atas tersebut.
Sistem Komputer
akuntansi berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan
ilmu pengetahuan dimana yang dibutuhkan bukan hanya financial melainkan
juga operasional (non financial) dan yang membutuhkan informasi bukan
hanya manajemen level atas melainkan semua level manajemen. System
Akuntansi komputer mendukung manajemen terbuka, Namun masih banyak
organisasi yang menerapkan manajemen tertutup.
Sistem akuntansi
pokok terdiri dari klasifikasi rekening Buku besar, Jurnal dan bukti
transaksi. Masing-masing unsur tersebut saling terkait membentuk suatu
prosedur pencatatan.
Berikut ini adalah hubungan masing-masing unsur dengan prosedur lainnya
System dan Prosedur Jurnal Bukti transaksi Buku Besar
1. Penjualan Penjualan Faktur penjualan Rekening Piutang, penjualan
2. Penerimaan Kas Kas Bukti Penerimaan kas Rekening piutang, dan kas
3. Pembelian Pembelian Faktur Pembelian Rekening Persediaan barang
4. Pengeluaran Kas Kas Bukti Pengeluaran Kas Rekening Utang dan Kas
5. Payroll Umum Daftar Gaji/ Faktur biaya Rekening Gaji & Upah, Potongan, Utang gaji
Tabel
di atas menunjukan bahwa dari setiap prosedure akan menghasilkan bukti
transaksi. Catatan dalam jurnal akan diposting ke rekening buku besar.
Tabel tersebut adalah sekedar untuk menunjukan hubungan antar elemen,
dalam pelaksanaanya dapat bervariasi, tergantung dari metode yang
dipilih.
Tugas pengolahan data yang dilakukan SIA meliputi 4 tugas dasar sbb :
1.
Pengumpulan data. Setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.
Bila tindakan tersebut melibatkan elemen lingkungan disebut transaksi.
Pelaku bisnis dan accounting umumnya hanya memperhatikan transaksi yang
mempunyai nilai finansial.
2. Manipulasi Data. Data perlu
dimanipulasi untuk dapat diubah menjadi informasi yang berguna. Operasi
manipulasi data meliputi pengklasifikasian, Penyortiran, Perhitungan,
dan pengikhtisaran.
3. Penyimpanan data. Terdapat banyak transaksi
pada setiap perusahaan. Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen
data. Data tersebut perlu disimpan di suatu tempat dan harus dapat
ditemukan dengan mudah bila data tersebut dibutuhkan.
4. Penyiapan
Dokumen. SIA menghasilkan output untuk perorangan maupun organisasi di
dalam maupun di luar perusahaan. Output tersebut dipicu dengan dua cara
:
Oleh suatu tindakan Output dihasilkan bila sesuatu terjadi. Seperti contoh tagihan disiapkan pada saat terjadi pesanan.
Oleh Jadwal Output dihasilkan pada suatu saat tertentu.
Umumnya
output berupa dokumen, namun semakin banyak pemakai menggunakan visual
(tampilan layar) untuk memperoleh informasi yang tepat waktu dan tepat
guna, tanpa harus menunggu laporan rutin dari bagian akuntansi yang
diterbitkan sesuai jadwal. akses informasi dapat dilakukan secara local
maupun global dengan menggunakan fasilitas umum.
Berdasarkan uraian
di atas dapat di katakan bahwa tanggungjawab mengumpulkan, menyimpan dan
mengolah data serta membuat laporan transaksi keuangan merupakan bagian
dari tanggung jawab bagian akuntansi. Bagian lain seperti bagian
penjualan, bagian pembelian, bagian keuangan adalah bagian operasional
yang menyiapkan bukti-bukti transaksi, sedangkan bagian IT adalah bagian
yang mensupport fasilitas pengolahan data mencakup sofware, hardware
termasuk pemilihan tekhnologi serta memegang tanggung jawab terhadap
keamanan sistem data.
Akuntansi komputer adalah sistem akuntansi yang
mengautomatisasi transaksi bisnis dengan menerapkan manajemen terbuka,
sehingga informasi akuntansi dapat diperoleh langsung melalui terminal
yang tersebar dilingkungan perusahaan. Dengan tersediaanya fasilitas ini
memungkinkan manajemen mendapat informasi melalui media visual pada
monitor yang tersedia diruangannya sendiri tanpa harus menunggu laporan
rutin yang diterbitkan bagian akuntansi.
Pada akuntansi manual,
semua tanggungjawab pengolahan data dan pelaporan baik laporan keuangan
maupun laporan operasional adalah tugas bagian akuntansi. Pada akuntansi
komputer Laporan-laporan yang bersifat operasional dapat langsung
diterbitkan oleh bagian terkait, sehingga tanggungjawab bagian akuntansi
menjadi lebih ringan.
BAB III
SOFTWARE AKUNTANSI
3.1 Hal – hal yang harus diperhatikan dalam memilih software akuntansi
Prinsip dasar dan proses akunatnsi adalah pencatatan, pengikhtisaran,
pelaporan dan penganalisaan yang sejatinya adalah pengolahan informasi
dari transaksi menjadi laporan yang akan digunaan oleh berbagai pihak
yang berkepentingan. Adapun hala – hal yang perlu diperhatikan dalam
memilih software akuntansi adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi
kebutuhan kita, seberapa jauhkan kebutuhan kita apakah hanya terbatas
pada pencatatan saja atau harus terintegrasi sampai pada laporan
terperinci. Tetapi apabila perusahaan masih dalam rancangan penyusunan
system maka disarankan untuk menggunakan jasa teller made.
2.
Memperhatikan fiturnya, cocokkan kebutuhan kita dengan fitur yang
ditawarkan, selain dari kemudahan penggunaan juga perlu diperhatikan
cocok tidaknya dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
3.
Perkembangan softwarenya, software yang baik tentunya juga harus lentur
dalam mengikuti perkembangan . Kemungkinan berkembangnya usaha kita
akan berakibat pada berkembangnya seluruh aspek pendukung termasuk
software akuntansinya. Jangan sampai kita harus berganti software di
tengah jalan.
4. After sales service policy, kita akan menggunakan
produk tersebut dalam waktu yang lama sehingga after sales service
policynya haruslah yang di support dengan baik. Untuk tailor made
biasanya turnover programnya cukup tinggi, sehingga membutuhkan
penyesuaian yang lama dari program yang baru. Perhatikan apakah kita
amampu mengatasi masalah yang mungkin terjadi dalam panduan problem
software guidance yang diberikan produsen.
5. Budget dan referensi,
tentukan budget dari awal. Walaupun budget bukanlah merupakan satu –
satunya pertimbangan lain yaitu after sales service, reliability dan
perkembangannnya.
3.2 Jenis – jenis software akuntansi
Dalam makalah ini saya akan membahas beberapa software akunatnsi diantaranya yaitu :
1. Oracle
Oracle
Corporation (NASDAQ: ORCL) adalah salah satu perusahaan utama
pengembang sistem manajemen basis data (database management system),
perangkat lunak untuk mengembangkan basis data, perangkat lunak
manajemen hubungan pelanggan, enterprise resource planning dan perangkat
lunak manajemen rantai pasok. Oracle Corporation didirikan pada tahun
1977. Perusahaan ini mempekerjakan 68.236 pekerja pada tahun 2007.
Markasnya berada di Redwood City, California
2. Microsoft SQL Server
Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data
relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah
Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang
digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di
dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan
menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada
basis data besar.
3. Daceasy
Pada inti dari DacEasy adalah
serangkaian modul yang terintegrasi memberikan informasi penting yang
penting untuk operasi bisnis Anda. Anda dapat memilih kombinasi modul
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda dan mencapai hasil yang
optimal.
4. Peachtree
Peachtree terdiri dari :
• Peachtree Pro
• Peachtree Complete
• Peachtree Premium
• Peachtree Quantum
• Solusi Payroll
• Perawatan bisnis
• Cek & Formulir
• Peachtree Add-ons
3.3Manfaat software akuntansi
Adapun beberapa manfat dari software akuntansi yaitu sebagai berikut :
1. Journal khusus tidak pernah diisi. User hanya mengisi transaksi sebagaimana layaknya kita mencatat sebuah transaksi
2.
Semua subsidiary ledger juga akan di-update hingga ke detail-nya.
Contoh: Subsidiary untuk persediaan akan tercatat kuantitas, satuan,
gudang, dan informasi lainnya yang menyangkut persediaan
3. Secara
real time laporan akan tersaji segera setelah transaksi berhasil diisi
(untuk software tertentu, proses posting perlu dipicu oleh sebuah menu).
4.
Pengusaha tidak tahu membuat laporan keuangan sangat repot karena
mereka tidak tahu prosesnya dan saat ini dikerjakan oleh orang lain
(staf akuntingnya yang tahu).
5. Mempertimbangkan nilai investasi (harga) dari software mahal.
6. Bekerja lebih cepat
Kelemahan software akuntansi
Selain memiliki keunggulan atau manfaat, pada dasarnya software akuntansi memiliki kelemahan seperti :
1.
Bagi yang pernah mengerjakan akuntansi secara manual tentunya tahu
betapa sulitnya untuk menjalani siklus akuntansi secara lengkap.
Kekurangan apa saja yang akan terjadi apabila kita masih membuat laporan
keuangan secara manual?
2. Lama, terutama bagi yang transaksi hariannya banyak
3. Mudah terjadi kesalahan
4. Apabila terjadi kesalahan, sulit untuk dicari letak kesalahannya.
BAB IV
KESIMPULAN
IV.1 Simpulan
Dari penjabaran yang telah dijelaskan, maka kita menyadari bahwa
erkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam teknologi informasi dan
komunikasi sangat berperan penting dalam dunia pendidikan dan bisnis.
Hal ini dikatakan penting karena dunia usaha menuntut setiap jenis usaha
mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat
secara up to-date. Pesatnya perkembangan ini membuat setiap orang yang
terlibat dalam dunia usaha untuk selalu mengikuti kemajuan teknologi
ini.
Salah satu perkembangan teknologi informasi dalam dunia usaha
yang umum dipakai di dunia usaha di luar negeri adalah Aplikasi
Akuntansi Komputer, namun sayangnya teknologi informasi ini masih belum
umum untuk dunia usaha di Indones
Walaupun pada dasarnya setiap
perusahaan mengolah data dengan cara yang sama namun besar kecil
perusahaan, jenis usaha dan teknologi yang digunakan serta pengaruh
sumber daya lainnya menyebabkan system akuntansi satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya berbeda.
Dengan adanya software akunatnsi dinilai
cukup praktis dalam pelaksanaan siklus akuntansi nnamun pengguna
software harus benar – benar mengetahui ara kerjanya karena sedikit saja
melakukan kesalahan maka dia harus mengulang dari awal prose
pekerjaannya.
IV. 2. Saran
Dari uraian yang telah
dijelaskan maka saya dapat menyarankan bahwa dalam perusahaan yang besar
sebaiknya mneggunakan software akuntansi karena dengan menggunakan ini
dapat menghemat waktu atau dengan kata lain lebih praktis. Namun dalam
pemilihannya ada hal – hal yang harus kita perhatikan, jangan asal
terkenal kemudian kita langsung membelinya. Namun untuk perusahaan yang
baru merintis disarankan untuk dapat menggunakan jasa tailor made agar
software yang di inginkan sesuai dengan jenis dan system yang dinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://mira-minds.blogspot.com/2009/09/bab-i-pendahuluan-1.html
Kamis, 10 Januari 2013
Kamis, 08 November 2012
Penipuan Oleh Pegawai
Kasus Kedua :
Kasus penipuan yang dilakuakan oleh pegawai keuangan
Banyak diantara pegawai keungan yang menyalah gunakan jabtannya sebgai bagian keungan. pelaku penggelapan (biasanya pegawai) dengan sengaja menjadikan perusahaan tempatnya bekerja sebagai sasaran untuk maksud memperkaya diri sendiri.keran pada dasarnya dari kasus penggelapan yang dilakukan oleh baik individu maupun kelompok, terjadi dalam satu diantara enam departemen berikut: Bagian Akunting, Customer Service, Eksekutif/Manajemen, Operasional, Pembelian dan Penjualan
Cara kerja pelaku dalam menjlankan aksinya adalah sebgai berikut contoh : suatu perusahaan ingin membeli suatu barang produksinya maka pada dasarnya yang mengeluarkan bajet adalah bagian keungan maka dari itu di situ tempat di mana pelaku melakukan aksinya dengan cara mengganti harga beli barang tersebut dengan harga yang cukup mahal padahal di pasaran harganya cukup terjangkau,,pelaku mengambil uang yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh perusahaan.
Agar terhindar dari penipuan tersebuat maka perusahaan wajib untuk mebuat langkah-langkah sebagi berikut:
1.sering melakukan audit terhadap laporan keuangan/Auditlah pembukuan secara berkala
2. di berikan sanksi yang tegas untuk siapa saja karyawan maupun atasan yang melakukan hal tersebut
3. menyediakan hadiah kepada siapa saja yang melaorkan tentang tindaj penggelapan terhdap hal apapun
4. Mengembangkan program dukungan karyawan
Penipuan Pegawai Untuk Masuk PNS
Kasus Pertama :
Pada saat ini banyak sekali modus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu demi memperoleh sesuatu yang di inginkan,saat ini PNS lagi banyak peminatnya jadi banyak oknum yang menggunakan kesempatan ini contohnya saja oknum dari pns sendiri yang menjadi calo memasukkan orang agar bisa masuk jadi pns, memang jadi calo pns itu sangat menggiurkan karena uang yang diperoleh cukup banyak,dewasa ini banyak sekali dalam masyarakat kita yang kena tipu daya agar bisa masuk pns,fakta di lapangan calo yang janji bisa memasukkan orang menjadi pns ternyata tidak benar cuma ingin meraup keuntungan semata dari orang tersebut,tidak sedikit uang yang dikeluarkan oleh korban demi keinginannya menjadi PNS,sekitar 100 - 200 jt. uang tersebut lenyap oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab kenyataannya janji tinggallah janji uang hilang kesempatan masuk jadi pns pun lenyap.jadi kalau anda pengen masuk PNS jangan mudah percaya sama pihak calo2 pns seperti itu,siapkan diri dan mental untuk bisa masuk jadi PNS terutama dalam test nya harus belajar yang benar dan mendalami test pengetahuan umum dan psikotest agar anda bisa keterima jadi PNS.Dan harapan saya semoga para calo pns itu bisa ditindak hukum secara tegas,agar pada jera untuk melakukan penipuan seperti itu.
Tugas Accounting Information System Buku Marshall B
Tugas 2 SIA
2.2 . banyaknya restoran yang menggunakan nota pesanan pelanggan yang telah diberi nomor terlebih dahulu. Setiap layan diberikan nota ini untuk menulis pesanan pelanggan . pelayan diberitahukan untuk tidak membuang satupun nota pelanggan tersebut. Apabila terjadi kesalahan, mereka harus membatalkan nota tersebut dan menulis yang baru. Setiap hari , seluruh nota yang dibatalkan akan dikembalikan ke manajer. Bagaimanakah cara kebijakan ini dapat membantu restoran untuk mengendalikan penerimaan kasnya?
Jawabannya :Caranya adalah pihak pelayan harus memberikan pelayanan yang ramah kepada pelanggan agar pelanggan tetap setia memesan dan membeli makanan di restoran tersebut setelah itu dengan dokumentasi yang memadai atas semua transaksi adalah kunci akuntabilitas.Dokumentasi memungkinkan para manajer menverifikasi bahwa tanggung jawab yang telah dilakukan dengan benar
Cara yang lain adalah pemisahan tugas yaitu pembagian tanggung jawab yang dilakukan manajer untuk pegawai atas bagian-bagian sebuah transaksi.pemisahan tugas sangat penting terutama dalam aktifitas bisnis yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas ,karena kas dengan mudah dapat dicuri.
Kamis, 04 Oktober 2012
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI
Sistem
:
Sekelompok
elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu
tujuan.
Elemen
sistem :
Tidak
semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar
adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Jenis
Sistem :
Sistem
Lingkaran Terbuka,sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan
tujuan.
Sistem
Lingkaran Tertutup, sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol
dan tujuan.
Sifat
Sistem :
1.Sistem
terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2.Sistem
Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.
Sistem
Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem
Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi)
untuk mewakili suatu sistem fisik.
Evolusi
Sistem Informasi Berbasis Komputer
Fokus
Awal Pada Data
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer
terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan
aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang
kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.
Fokus
Baru Pada Informasi
Konsep penggunaan komputer untuk
mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh
para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
Fokus
Revisi Pada Pendukung Keputusan
Sementara SIM terus berkembang dalam
menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS,
yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu
yang harus dipecahkan oleh manajer.
Fokus
Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan
OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan
produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui
penggunaan alat-alat elektronik.
Fokus
Potensial Pada Konsultasi
Saat
ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi
masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram
untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.
Definisi
SIA :
Suatu
komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah,
menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan
yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Karakteristik
SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
1.SIA
melakasanakan tugas yang diperlukan
2.Berpegang
pada prosedur yang relatif standar
3.Menangani
data rinci
4.Berfokus
historis
5.Menyediakan
informasi pemecahan minimal
Perbedaan
SIA dan SIM :
•SIA
mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan
informasi keuangan sedang
•SIM
mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan
semua tipe informasi
2
komponen SIA
-
Spesialis Informasi
-
Akuntan
Contoh
SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian
pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran
produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa
perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut.
Bagian
SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan
dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah
diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian
pemasaran.
Selanjutnya kedua bagian akan
merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari
contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis
modern yaitu :
1.Pentingnya
komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu
keputusan.
2.Peranan
SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk
mengambil keputusan.
Informasi
Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
-informasi
akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan
kepada pihak extern.
-Informasi
Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan
keputusan.
Didalam
Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan
pengendalian perusahaan, yaitu :
1.Sistem
Akuntansi Biaya
2.Sistem
Budgeting
Sistem
Akuntansi Biaya
-Digunakan
untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas
pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
-Adalah
proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong
manajer dalam perencanaan dan pengawasan
Unsur-unsur
yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1.Analisa
Perilaku
2.Metode
kuantitatif
3.Komputer
Analisa
Perilaku
Setiap
sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya
kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang
terlibat dalam sistem tersebut.
Akuntan
tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana
memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain
itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi
yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan
diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior)
para pengambil keputusan.
Metode
Kuantitatif
Dalam
menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk
meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
Komputer
Pada
beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan
rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada
akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem Informasi
Akuntansi Berbasis Komputer
Sistem
informasi akuntansi berbasis komputer adalah sistem informasi yang menggunakan
teknologi komputer dalam mengelola data atau transaksi perusahaan menjadi suatu
informasi yang tepat, akurat, dan relevan dalam pengambilan keputusan.
Pemrosesan
data secara manual sudah tidak relevan lagi bagi perusahaan yang memiliki
tingkat volume transaksinya tinggi dan rumit. Pencatatan secara manual sudah
tidak mampu melakukan back up kesalahan-kesalahan atau
penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi dalam perusahaan. Akibatnya
informasi yang dihasilkan tidak akurat lagi dalam pengambilan keputusan.
Komputer
menjadi pilihan utama perusahaan dalam menangani kekompleksan dan kerumitan
data atau transaksi perusahaan. Walaupun
komputer hanya memanipulasi bit atau digit tetapi kemampuan sistem informasi
semakin meningkat. Tentu saja kemampuan
tersebut diimbangi dengan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk
memperolehnya.
Perbedaan
sistem komputer dan manual hanya pada proses pengolahan data input menjadi
output. Pada sistem informasi akuntansi basis komputer data diolah oleh
komputer yang biasa disebut sebagai pengolahan data elektronik.
Ada
dua kemungkinan yang bisa terjadi dalam pencatatan data yang akan menentukan
langkah-langkah selanjutnya atau pemrosesan data dalam komputer, yaitu:
a.
pencatatan data hampir sama dengan sistem manual, yaitu digunakan bukti-bukti transaksi
lalu diolah oleh komputer sesuai dengan format yang telah diprogramkan. Siklus
pemrosesan data dapat dilihat pada gambar berikut:
b.
Pencatatan data dilakukan secara langsung ke dalam komputer dengan menggunakan
terminal. Hal ini dapat dilihat pada gambar:
Teknologi
sistem informasi terdiri dari beberapa aspek-aspek dasar sistem komputerisasi.
Aspek-aspek dasar koputerisasi adalah hardware, software dan personel dalam
perusahaan yang secara prinsip harus ada. Ketiga aspek dasar tersebut akan dijelaskan
seperti di bawah ini:
A).
Perangkat keras (Hardware). Perangkat keras adalah seluruh komponen peralatan
yang membentuk sistem informasi, dan peralatan lainnya yang memungkinkan
fungsinya. Adapun komponen perangkat keras adalah:
Input
unit untuk menerima data masukan
Central
Processing Unit (CPU) yang merupakan bagian intern komputer untuk menjalankan
instruksi-instruksi yang diberikan oleh program-program komputer.
Array
Processor merupakan processor yang terpisah yang dapat ditambhakan pada
processor utamanya.
Main
Memory merupakan tempay penyimpanan program dan data yang disebut juga
electronic filing cabinet dalam sistem komputer.
External
Storage, yaitu storage yang menyimpan data diluar main storage dalam waktu yang
relatif lama dan biasanya dapat menampung data dalam jumlah yang besar.
Peripheral
merupakan perangkat tambahan yang berguna untuk menambah kegunaan komputer.
B).
Perangkat Lunak (Software). Perangkat lunak adalah sekumpulan
instruksi-instruksi tertentu (program) yang dibuat oleh manusia untuk
mengaktifkan fungsi dari perangkat keras komputer. Perangkat lunak ini dapat
dikategorikan dalam tiga bagian, yaitu:
Sistem
Operasi (Operating System). Sistem operasi merupakan program yang ditulis untuk
mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan dari sistem komputer.
Perangkat
Lunak Bahasa (Language Software) yaitu program yang digunakan untuk
menterjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa program atau
bahasa tingkat tinggi (high level language) ke dalam bahasa mesin (machine
language), agar dapat dimengerti komputer.
Perangkat
Lunak (Application Software) dibuat khusus untuk menyelesaikan suatu masalah
tertentu, misalnya excel.
Dalam
organisasi data, pengolahan data berbasis komputer dapat dilakukan melalui dua pendekatan
tradisional dan pendekatan database.
Pendekatan
tradisional berhubungan dengan manajemen data dimana sumber data dikumpulkan
dalam file-file yang terpisah dan tidak berhubungan satu dengan yang lainnya.
Biasanya tiap file dirancang untuk aplikasi tertentu. pendekatan database,
dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang. Bagian kredit dapat memandangnya
sebagai data piutang, bagian penjualan dapat memandangnya sebagai data
karyawan, dan sebagainya. Semuanya terintegrasi dalam suatu data umum.
Database
merupakan kumpulan data-data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,
yang tersimpan diperangkat keras komputer. Untuk memanipulasinya digunakan
perangkat lunak. Sampai dengan pembentukan suatu database, data mempunyai
jenjang mulai dari karakter, data item atau field, record, file, dan akhirnya
menjadi database. Jenjang data ini dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Karakter
merupakan bagian data terkecil yang dapat merupakan numerik, huruf atau
karakter-karakter khusus yang membentuk suatu item data/field. Field
menggambarkan syatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data
seperti nama, alamat, dan lain-lain
Sistem Informasi
Akuntansi Penjualan Tunai
1.1.
Latar Belakang Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Sistem
Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem bagian (sub-system) yang berupa
siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai
dari sumber data sampai ke proses pencatatan/ pengolahan akuntansinya.
Dalam
hal ini akan membahas siklus pendapatan (daur penjualan) yang merupakan
prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan, otorisasi kredit,
pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas.
Sistem
Informasi Akuntansi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang
mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk
menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung
pengambilan keputusan mengenai penjualan.
1.2.
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai
Penjualan
tunai merupakan penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan langsung
dikirim ke customer secara pembayaran langsung dengan menggunakan uang tunai.
Sistem penjualan tunai pada umumnya didasarkan pada asumsi bahwa pembeli akan
mengambil barang setelah harga barang dibayar ke kasir.
1.3.
Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit
Penjualan
kredit adalah penjualan yang pembayarannya tidak diterima sekaligus (tidak
langsung lunas). Pembayarannya bisa diterima melalui dua tahap atau lebih yang
dilakukan pembayaran secara angsuran.
PEMBAHASAN
2.1.
Dokumen dalam Sistem Akuntansi Penjualan Tunai dan Kredit
2.1.1.
Penjualan Tunai
Adapun
dokumen-dokumen yang digunakan dalam penjualan tunai adalah sebagai berikut :
a.
Faktur penjualan tunai (FPT)
Faktur
ini diisi oleh bagian order penjualan dalam rangkap 3, yaitu:
lembar
1 akan diberikan kepada pembeli sebagai pengantar untuk kepentingan pembayaran
barang kepada kassa,
lembar
2 akan diserahkan kepada bagian pembungkus beserta barangnya sebagai perintah
penyerahan barang ke pembeli yang telah membayar di kassa dan sekaligus sebagai
slip pembungkus yang akan ditempel di pembungkus barang sebagai identitas
barang, dan
lembar
3 yang akan diserahkan ke bagian order penjualan yang akan dijadikan sebagai
arsip sementara berdasarkan nomor urutnya sebagai pengendali apabila terjadi
kejanggalan transaksi penjualan.
b.
Pita Register kas
Dokumen
yang dihasilkan oleh mesin register kas yang dioperasikan oleh bagian kassa
setelah terjadi transaksi penerimaan uang dari pembeli sebagai pembayaran atas
barang dan juga sebagai dokumen pendukung untuk meyakinkan bahwa faktur
tersebut benar-benar telah dibayar dan dicatat dalam register kas.
2.1.2.
Penjualan Kredit
Menurut
Mulyadi (2001:214), dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan Kredit adalah
:
1.
Surat Order Pengiriman dan Tembusannya
Dokumen
ini merupakan lembar pertama surat order pengiriman yang memberikan otorisasi
kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan jenis barang dengan jumlah dan
spesifikasi seperti yang tertera dalam dokumen tersebut.
Tembusan
dokumen ini berupa :
a.
Tembusan Kredit (Credit Copy)
Dokumen
ini digunakan untuk memperoleh status kredit pelanggan untuk mendapatkan
otorisasi penjualan kredit dari fungĆs kredit.
b.
Surat Pengakuan (Acknowledgement Copy)
Dokumen
ini dikirimkan oleh fungsi penjualan kepada pelanggan untuk memberitahu bahwa
ordernya telah diterima dan dalam proses pengiriman.
c.
Surat Muat (Bill of Lading)
Dokumen
ini digunakan sebagai bukti penyerahan barang dari perusahaan kepada perusahaan
angkutan umum.
d.
Slip Pembungkus (Packing Slip)
Dokumen
ini ditempelkan pada pembungkus barang untuk memudahkan fungsi penerimaan di
perusahaan pelanggan dalam mengidentifikasi barang-barang yang diterimanya.
e.
Tembusan Gudang (Warehouse Copy)
Dokumen
ini merupakan tembusan surat order pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang
untuk menyiapkan jenis barang dengan spesifikasi sesuai dengan yang tercantum
didalamya, agar menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk
mencatat barang yang dijual dalam kartu gudang.
2.
Arsip Pengendalian Pengiriman (Sales Order Follow-up Copy)
Dokumen
ini merupakan tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan oleh fungsi penjualan
menurut tanggal pengiriman yang dijanjikan. Jika fungsi penjualan telah
menerima tembusan surat order pengiriman dari fungsi pengiriman yang merupakan
bukti telah dilaksanakan pengiriman barang, arsip pengendalian pengiriman ini
kemudian diambil dan dipindahkan ke arsip order pengiriman yang telah dipenuhi.
Arsip pengendalian pengiriman ini merupakan sumber informasi untuk membuat
laporan mengenai pesanan pelanggan yang belum dipenuhi.
3.
Arsip Index Silang (Cross-index File Copy)
Merupakan
tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan secara alfabetik menurut nama
pelanggan untuk memudahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan
mengenai status pesanannya.
4.
Faktur Penjualan dan Tembusannya
Faktur
penjualan merupakan dokumen yang digunakan sebagai dasar untuk mencatat
timbulnya piutang. Faktur penjualan merupakan lembar pertama yang dikirim oleh
fungsi penagihan kepada pelanggan.
Tembusan
dokumen ini berupa :
a.
Tembusan Piutang (Account Receivable Copy)
Dokumen
ini merupakan tembusan faktur penjualan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan
ke fungsi akuntansi sebagai dasar untuk mencatat piutang dalam kartu piutang.
b.
Tembusan Jurnal Penjualan (Sales Journal Copy)
Dokumen
ini merupakan tembusan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi
akuntansi sebagai dasar mencatat transaksi penjualan dalam jurnal penjualan.
c.
Tembusan Analisis (Analysis Copy)
Dokumen
ini merupakan tembusan yang dikirimkan oleh fungsi penagihan ke fungsi
akuntansi sebagai dasar untuk menghitung harga pokok penjualan yang dicatat
dalam kartu persediaan, untuk analisis penjualan, dan untuk perhitungan komisi
wiraniaga.
d.
Tembusan wiraniaga (Sales person Copy)
Dokumen
ini dikirimkan oleh fungsi penagihan kepada wiraniaga untuk memberitahu bahwa
order dari pelanggan yang lewat ditangannya telah dipenuhi sehingga
memungkinkannya untuk menghitung komisi penjualan yang menjadi haknya.
5.
Rekapitulasi Harga Pokok Penjualan
Rekapitulasi
harga pokok penjualan merupakan dokumen pendukung yang digunakan untuk
menghitung total harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi
tertentu. Data yang dicantumkan dalam dokumen ini berasal dari kartu
persediaan. Secara periodik harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu
tertentu dihitung dalam rekapitulasi harga pokok penjualan dan kemudian
dibuatkan dokumen sumber berupa bukti memorial untuk mencatat harga pokok
produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu.
6.
Bukti Memorial
Bukti
memorial merupakan dokumen sumber untuk dasar pencatatan kedalam jurnal umum.
Dalam sistem penjualan kredit, bukti memorial merupakan dokumen sumber untuk
mencatat harga pokok produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu.
2.2.
Fungsi-fungsi yang Terkait dengan Penjualan Tunai dan Kredit
2.2.1.
Penjualan Tunai
Adapun
yang menjadi fungsi-fungsi yang terkait dalam penjualan tunai adalah sebagai
berikut :
a.
Bagian Order Penjualan
Fungsi
ini menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai, dan
menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran kas di
bagian kassa.
b.
Bagian Kassa
Funsi
ini menerima pembayaran uang sebesar harga barang yang terdapat pada faktur.
c.
Bagian Pembungkus
Funsi
ini membungkus barang dan memberikannya kepada pembeli ditukar dengan faktur
yang telah dilunasi.
d.
Bagian Akuntansi
Fungsi
ini mencatat transaksi penjualan tunai pada catatan harian jurnal umum atau
jurnal khusus penjualan, jurnal penerimaan kas dan kartu persediaan barang
secara periodik serta membuat laporan penjualan sesuai dengan kebutuhan manajemen.
2.2.2.
Penjualan Kredit
Adapun
yang menjadi fungsi fungsi yang terkait dengan Penjualan Kredit berdasarkan
pendapat Hall (2001:265) dapat disimpulkan bahwa fungsi yang terkait dengan
penjualan kredit meliputi :
a.
Bagian Penjualan
Menerima
order pelanggan baik melalui surat maupun telepon yang mengidentifikasikan
jenis dan kuantitas barang yang diminta. Fungsi ini akan menambahkan informasi
yang belum lengkap pada surat order (seperti keterangan barang yang dijual,
nama dan alamat pelanggan, jumlah dan harga per unit, dan informasi keuangan
lainnya seperti potongan harga, dan ongkos angkut.)
b.
Departemen Kredit
Bagian
kredit menentukan batas kredit, kelayakan pemberian kredit pada pelanggan dan
memberikan
persetujuan kredit sehingga salinan order penjualan dapat didistribusikan ke
departemen penagihan, pergudangan, dan pengiriman.
c.Gudang
Bagian
gudang bertanggung jawab untuk menyimpan barang dan menyiapkan barang yang
dipesan oleh pelanggan, menandatangani salinan surat perintah pengeluaran
barang sebagai bukti pesanan sudah dikerjakan dengan benar serta menyerahkan
barang
ke
departemen pengiriman. Bagian gudang perlu mencatat penyesuaian data persediaan
d.
Departemen Pengiriman
Bagian
pengiriman bertanggung jawab untuk mencocokkan barang dengan surat surat jalan
untuk memastikan kebenaran pesanan.
Petugas
pengiriman menyerahkan barang, dokumen pengiriman, dan dua rangkap Bill Of
Leading ke perusahaan jasa pengiriman, kemudian melakukan tugas-tugas sebagai
berikut :
1.
Mencatatat pengiriman pada buku harian pengiriman barang.
2.
Menyerahkan dokumen surat perintah pengeluaran barang dan surat
jalan
ke departemen penagihan sebagai bukti pengiriman sudah
dilaksanakan.
3.
Menyimpan satu salinan untuk tiap-tiap dokumen pengiriman dan
dokumen
tagihan bongkar muat barang.
e.
Departemen Penagihan
Bagian
penagihan ini bertanggung jawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan
kepada pelanggan setelah memperoleh informasi lengkap berkenaan
pengiriman
barang dari informasi yang terdapat pada surat perintah pengeluaran barang dan
surat jalan, membuat jurnal penjualan, serta mengirimkan salinan buku besar
dari order penjualan ke bagian piutang.
f.
Departemen Akuntansi
Bagian
piutang bertanggung jawab untuk memposting data salinan buku besar order
penjualan ke buku besar pembantu piutang dan membuat serta mengirimkan
pernyataan piutang kepada para debitur. Bagian buku besar meringkas buku
rekening dari bagian piutang, membuat laporan penjualan serta mencatat harga
pokok persediaan yang dijual ke dalam kartu persediaan. Laporan Yang dihasilkan
Dalam Penjualan Kredit merupakan hasil akhir proses akuntansi. Laporan berisi
informasi yang merupakan keluaran sistem akuntansi.
Mulyadi
(2001:232), laporan yang digunakan dalam penjualan kredit adalah laporan order
penjualan, laporan pengiriman barang, laporan pencatatan piutang, laporan
penagihan, dan laporan pencatatan penjualan.
2.3.
Pencatatan dalam transaksi penjualan Tunai dan Kredit
Jurnal
pada saat terjadi Penjualan Tunai :
Cash
xxx
Sales
xxx
Jurnal
pada saat terjadi penjualan kredit :
Cash
xxx
Account
Receivable xxx
2.4.
Prosedur dan Kebijakan Penjualan Tunai dan Kredit
Prosedur
merupakan hal mutlak dan sangat diperlukan demi kelangsungan perusahaan..
Mulyadi (2001:5), Prosedur adalah ”suatu urutan klerikal, biasanya melibatkan
orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin secara
seragam transaksi perusahaan secara berulang-ulang. Kegiatan klerikal (clerical
operations) terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat
informasi dalam formulir, buku jurnal, buku besar.
2.4.1.
Prosedur Penjualan Tunai
Adapun
prosedur atas transaksi penjualan tunai adalah sebagai berikut :
a.
Prosedur order penjualan
Dalam
proses order penjualan, bagian order penjualan berperan dalam menerima order
dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai sebanyak 3 lembar yang akan
didistribusikan masing-masing satu kepada pembeli sebagai bukti pembayaran ke
bagian kassa, dikirmkan ke bagian gudang, dan untuk bagian order penjualan sendiri
sebagai arsip dokumentasi yang akan disimpan menurut nomor urut faktur.
b.
Prosedur penerimaan kas
Penerimaan
kas dilakukan oleh bagian kassa bersamaan setelah menerima faktur penjualan
tunai dari bagian order penjualan tunai dari pembeli sekaligus mengoperasikan
mesin cash register sehingga menghasilkan bukti cash register yang akan
ditempelkan pada faktur yang telah dibubuhkan cap lunas dan diserahkan kembali
kepada pembeli untuk kepentingan pengambilan barang ke bagian pengiriman
barang.
c.
Prosedur penyerahan barang
Proses
penyiapan barang ditangani oleh bagian gudang setelah menerima faktur penjualan
tunai dari bagian order penjualan sesuai dengan kuantiĆtas yang sebenarnya
sekaligus pencatatannya kedalam kartu gudang yang akan diserahkan ke bagian
pengiriman
d.
Prosedur pencatatan kas
Pencatatan
kas ditangani oleh departemen akuntansi dalam jurnal penjualan dan penerimaan
kas setelah menerima faktur penjualan tunai yang dilampiri oleh pita register
kas dari bagian pengiriman barang.
2.4.2.
Prosedur Penjualan Kredit
Adapun
yang menjadi prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit adalah sebagai
berikut :
a.
Proses penjualan
Proses
penjualan diawali dari adanya pesanan dari pelanggan yang menyatakan jenis dan
kuantiĆtas barang yang ditujukan kepada departemen penjualan dalam bentuk
surat, telepon langsung oleh pelanggan kepada bagian penjualan dan kemudian
akan membuat sales order untuk didistribusikan ke departemen lain yang
berkaitan dengan masalah penjualan.
b.
Proses Kredit
Fungsi
dari departemen kredit meliputi penyetujuan atau otorisasi atas transaksi yang
mencakup verifikasi atas kelayakan kredit dapat diberikan kepada pelanggan.
Selain itu, departemen kredit juga berperan dalam menyetujui adanya retur dan
potongan penjualan serta adanya penyesuaian atas rekening pelanggan, menilai
dan menyetujui neraca saldo umur piutang dalam penentuan sisa kredit dari
pelanggan. Salinan dari persetujuan kredit atas penjualan akan dikelola dan
disimpan dalam file pesanan pelanggan sampai berakhirnya transaksi.
c.
Proses Penagihan
Faktur,
memo kredit dan penyesuaian faktur lainnya yang diterima pada saat persetujuan
kredit oleh departemen penagihan sebagai tanda terima dari dokumen pengiriman
atas pengeluaran barang akan dikelola ke piutang dagang untuk diposting ke
rekening pelanggan (George H. Bodnar & William S. Hopwood:312).
d.
Proses Pengeluaran Barang dari Gudang
Salinan
surat penjualan barang yang berasal dari departemen penjualan atas adanya
pesanan penjualan yang dikelola kemudian oleh bagian gudang mengisyaratkan
kepada bagian gudang untuk mempersiapkan barang yang diinginkan oleh pelanggan
sesuai dengan pesanan dan mengeluarkan barang yang dimaksud. Setelah petugas
menulis inisial pada salinan surat pengeluaran barang yang mengindikasikan
bahwa pesanan sudah lengkap dan benar, satu salinan surat pengeluaran barang
akan dikirimkan ke departemen pengiriman dan salinan lainnya akan disimpan di
gudang sebagai catatan transaksi.
e.
Proses Pengiriman Barang
Pengiriman
barang akan dilakukan oleh departemen pengiriman setelah departemen pengiriman
menerima surat pengiriman barang dari departemen persediaan (bagian gudang).
Dokumentasi atas adanya pengiriman barang akan disiapkan oleh departemen
pengiriman sebuah bill of lading yaitu pertukaran dokumentasi antara pengirim
dan pengangkut.
f.
Proses Update Persediaan
Dalam
hal pemutakhiran data persediaan barang dilakukan berdasarkan atas dokumen
pengeluaran barang dari departemen pengiriman yang akan dilakukan oleh Bagian
akuntansi yang akan memperbaharui catatan akun buku besar pembantu persediaan,
dan setelah proses pembukuan selesai dilakukan dokumen pengeluaran barang akan
disimpan.
g.
Proses Piutang Dagang
Bagian
yang berperan atas pencatatan piutang dagang oleh pelanggan dilakukan oleh
departemen akuntansi bagian piutang dagang dengan cara membukukan salinan buku
besar pesanan penjualan ke buku besar pembantu piutang dagang dan setelah
proses pembukuan selesai dilakukan staff piutang dagang akan menyimpan salinan
buku besar yang akan merangkum setiap saldo akun menjadi satu dan mengirimkannya
ke buku besar umum (general ledger).
h.
Proses Pencatatan Buku besar Umum (General Ledger)
Pengendalian
persediaan dan ikhtisar setiap akun yang berasal dari piutang dagang akan
terlaksana pada saat penutupan periode pemrosesan setelah departemen buku besar
umum telah menerima voucher jornal dari departemen penagihan.
2.5.
Pengendalian internal atas Penjualan Tunai dan Kredit
Dalam
hal penjualan tunai hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi adanya
kecurangan yang rentan dilakukan oleh pegawai sebaiknya dilakukan pemisahan
tugas antara orang yang mengelola penjualan dengan yang mengelola kas sementara
(kassa) seharusnya tidak dikelola oleh satu orang saja untuk menghindari adanya
penggelapan dana yang akan dilakukan oleh kassa secara mudah. Selain itu pita
cash register juga akan Sangat berperan besar dalam hal penanggulangan
penggelapan dana yang dilakukan oleh kassa dengan cara mengeluarkan cash
register sebagai bukti pembayaran yang dilakukukan oleh pelanggan, karena
pelanggan dapat mengecek kesesuaian jumlah yang harus dibayar dengan jumlah
pembyaran yang akan diserahkan kepada kassa.
Pengendalian
internal dalam penjualan kredit dapat dilakukan dengan cara pencatatan
penjualan yang didukung oleh dokumen pengiriman yang sah dan pesanan pelanggan
yang telah disetujui untuk menghindari adanya penjualan fiktif.
Selain
itu adanya otorisasi kredit atas transaksi penjualan yang sah dalam untuk
setiap prosedur persetujuan kredit sebelum pengiriman, otorisasi pengiriman
barang, dan otorisasi penentuan harga dan syarat-syarat penjualan, pengangkutan
dan potongan secara jelas.
KESIMPULAN
1.
Penjualan tunai merupakan penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan
langsung dikirim ke customer secara pembayaran langsung dengan menggunakan uang
tunai. Sementara Penjualan kredit adalah penjualan yang pembayarannya tidak
diterima sekaligus (secara berangsur-angsur).
2.
Prosedur dalam penjualan tunai antara lain prosedur order penjualan, penerimaan
kas, penyerahan barang, dan pencatatan kas. Sementara prosedur dalam penjualan
kredit diantaranya Proses penjualan, Proses Kredit, Proses Penagihan, Proses
Pengeluaran Barang dari Gudang, Proses Pengiriman Barang, Proses Update
Persediaan, Proses Piutang Dagang, dan Proses Pencatatan Buku besar Umum
(General Ledger.
3.
Fungsi-fungsi yang terkait dalam penjualan tunai diantaranya bagian order
penjualan, bagian kassa, bagian pembungkus dan bagian akuntansi, dan dalam
penjualan kredit fungsi-fungsi yang terkait tersebut adalah bagian penjualan
departemen kredit, fungsi gudang, departemen pengiriman, departemen penagihan,
dan departemen Akuntansi.
4.
Dokumen yang digunakan dalam transaksi penjualan tunai adalah faktur penjualan
tunai, dan pita register kas. Sementara dokumen yang digunakan dalam transaksi
penjualan kredit diantaranya yaitu faktur penjualan, surat order pengiriman dan
tembusannya, rekapitulasi Harga Pokok Penjualan (HPP), dan bukti memorial.
Daftar
pustaka :
Jumat, 15 Juni 2012
Aplikasi perkuliahan dengan cara soft skill
Yang Dimaksud Dengan Soft Skill
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau
keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan
yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak
kelihatan wujudnya. Namun , softskill
ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
Yang
dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk
kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu
memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan
sebagai softskill personal.
Pengertian lain dari soft skills adalah
keterampilan non teknis (non hard skill) yangdapat melengkapi kemampuan
akademik membentuk generic dan ransferableskills (Nursalam, 2006).
Menurut Ramdhani (2008) Soft skill sering juga
disebut keterampilan lunak adalah keterampilan yang digunakan dalam berhubungan
dan bekerjasama dengan orang lain. Secara garis besar keterampilan ini dapat
dikelompokkan ke dalam:
1. Process Skillsa
2. Social Skills
3. Generic Skills
Secara garis besar soft skill bisa digolongkan
ke dalam dua kategori yaitu intrapersonal skill dan interpersonal skill.
Intrapersonal skill yaitu ketrampilan seseorang
dalam mengatur dirinya sendiri.
Sedangkan interpersonal skill yaitu ketrampilan
seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Ketrampilan intrapersonal
mencakup kesadaran diri (kesadaran emosional percaya diri, penilaian diri,
sifat & preferensi,) Dan keterampilan diri
(perbaikan, kontrol diri, kepercayaan, kelayakan, waktu / sumber
manajemen, proaktif, hati nurani). Sedangkan keterampilan interpersonal yang
mencakup kesadaran (kesadaran politik, yang lain berkembang, keragaman
memanfaatkan, orientasi layanan, empati dan keterampilan sosial (kepemimpinan,
pengaruh, komunikasi, manajemen konflik, kerja sama, kerja tim, sinergi).
softskill itu adalah tempat para mahasiswa
berkarya di dunia internet melalui tulisan tulisan imiah yang dibuat oleh
mahasiswa itu sendiri. Pada umumnya seorang mahasiswa universitas gunadarma
sudah tidak asing lagi dengan perkuliah softskill seperti ini dimana setiap
mahasiswa diwajibkan berkarya dengan tulisan tulisan mereka yang ada di
internet, tak kadang juga dosen softskill memberikan tugas dan lalu
mengerjakannya di internet. Hal itu sebenarya dimaksudkan untuk mahasiswa itu
sendiri agar mereka mempunyai pengetahuan skill di bidang internet yaitu dengan
cara; bagaimana cara menulis di blogger atau wordpress, mengupload tulisan atau
tugas mereka. Dan dimaksudkan nantinya softskill ini akan berguna kedepanya
bagi para mahasiswa itu sendiri.
Kemudian yang dimaksud softskill inter personal
adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain.
Contohnya, kita mampu ber hubungan atau
ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain
lain.
Nah, softskill juga harus di iringi dengan
hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang
berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki
hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita
di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah
ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu,
hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang
berkualitas.
INTERPERAONAL SKILL
•
Kemampuan, kesanggupan,
kepandaian atau kemahiran seseorang dalam mengerjakan sesuatu
•
Memiliki konsep diri dan berkepribadian
yang kuat
•
Meningkatkan potensi diri
menjadi pribadi yang mempunyai kompetensi dibidangnya
•
Percaya diri dan mengasah
kemampuan berkomunikasi
•
Berpenampilan menarik dan
menyenangkan
•
Meningkatkan human relations
dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi
•
Meningkatkan kemampuan
menjadi pemimpin dan dapat bekerjasama dalam team
Merupakan
salah satu soft skill yang banyak diminta oleh perusahaan untuk berbagai
jabatan dan posisi. Interpersonal Skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang
bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari Interpersonal Skill yang baik dapat dibangun dari kemampuan mengembangkan
perilaku dan komunikasi yang asertif dan efektif .
TEORI-TEORI HUBUNGAN
MANUSIA
•
Teori hubungan Biologis : manusia dapat berhubungan
dengan manusia lain dengan menggunakan anggota badan.
•
Hubungan sesama manusia
dengan menggunakan anggota badan disebut sebagai komunikasi non verbal atau
komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata atau bahasa.
Jenis-jenis komunikasi nonverbal ini meliputi :
a.
Kinesic, ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan anggota badan.
b.Occulesic,
ialah komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan mata
c. Proxemic, ialah komunikasi
nonverbal yang dilakukan dengan mengatur jarak tubuh.
HUBUNGAN TIMBAL BALIK
ANTAR MANUSIA
•
Interaksi sosial yang
bersifat Asosiatif :
(
mengakrabkan hubungan antar manusia)
•
Akomodatif : sikap suka
menampung atau menghargai pendapat orang
lain
•
Asimilasi (Pembaruan ) :
sikap suka menekankan hal-hal yang sama dan mengabaikan hal yg tidak sama
antara diri kita dengan orang lain
•
Akulturasi : sikap suka
mengalah atau tidak memaksa pendapat kepada orang lain , juga suka mengubah
kebiasaan buruk .
PEMAHAMAN SOFTSKILL
•
Pengembangan soft skill di perguruan tinggi
•
berdasarkan
hasil jajak pendapat, kompetensi yang diperlukan dunia kerja ada 2 aspek yaitu
: aspek teknis dan non teknis
•
Aspek teknis berhub dengan ltr blk keahlian atau
kebutuhan yg diperlukan di dunia kerja
•
Aspek non teknis mencakup motivasi, adaptasi,
komunikasi,kerjasama,problem solving,manajemen stress dan kepemimpinan
Bagaimana cara pembelajaran softskill ? cara
pengajaran dan pembelajaran softskill pada umumnya dapat dilakukan pada 1 bulan
sekali tatap muka tetapi bukan berarti setelah bertatap muka mahasiswa tidak
mendapatkan tugas dari dosen tersebut.Pada saat mahasiswa sedang bertatap muka
dengan dosen,dosen tersebut akan memberikan tugas untuk beberapa minggu kedepan
bukan hanya tugas yang diberikan tetapi mahasiswa harus membuat tulisan dengan
ketentuan masing-masing dosen atau bebas dari mahasiswanya.
Bagaimana cara mengerjakannya? Mahasiswa terlebih
dahulu harus mempunyai blog(URL)
Setelah itu mahasiswa harus mengerjakan tugas
dan tulisan didalam blog tersebut lalu setelah
Tugas dan tulisan dibuat,share(upload) tugas
dan tulisan tersebut ke blog lalu buka studentsite masing-masing mahasiswa
gunadarma.setelah itu masukan tugas dan tulisan sesuai dengan kategori dari
studentsite tersebut.lalu copy URL tugas atau tulisan yang ada diblog dan
masukan ke dalam kategori tulisan dan tugas tersebut.
Contoh untuk kategori tulisan,seperti pada
gambar dibawah ini :
Contoh untuk kategori tugas,seperti pada gambar
dibawah ini :
Langganan:
Postingan (Atom)

